Bed Tempat Tidur pasien

Kenyamanan pasien saat harus opname atau periksa di rumah sakit adalah suatu hal yang penting. Salah satunya yaitu tersedianya bed tempat tidur pasien yang nyaman dan dapat berfungsi sesuai dengan tujuannya. Hal ini akan berpengaruh pada tingkat lama atau cepatnya seorang pasien sembuh. Karena ketika pasien istirahat dengan baik dan nyaman akan membuatnya semakin cepat untuk segera sembuh.

Selain hal itu, bed pasien yang ada di rumah sakit akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan juga kemudahan pada saat pemberian obat-obatan.

Oleh karena itu, ada beberapa jenis bed yang memiliki gantungan untuk tempat infus atau model yang terpisah.

Pasien pada kelas VVIP juga akan memiliki fasilitas bed tempat tidur yang berbeda dengan pasien kelas tiga. Untuk itu, perlu diketahui jenis dan fungsinya masing-masing.

bed-tempat-tidur-pasien
bed-tempat-tidur-pasien

Jenis dan Fungsi Bed Tempat Tidur Pasien

Berbagai macam-macam jenis dan fungsi bed tempat tidur untuk pasien ini disesuaikan dengan kelas-kelasnya dan juga fungsi yang tepat untuk kebutuhan masing-masing pasien.

Setiap kelas yang lebih baik juga memiliki fitur yang lebih lengkap sesuai dengan kebutuhannya

Baik yang model manual maupun elektrik semuanya sebenarnya memiliki fungsi yang kurang lebih sama.

Berikut kami uraikan berbagai jenis Tempat tidur rumah sakit yang kami produksi.

Bed Tempat Tidur Elektrik

Jenis bed tempat tidur pasien yang pertama yaitu tipe elektrik.

Tempat tidur periksa dengan teknologi canggih ini umumnya diperuntukkan kepada pasien-pasien yang berada pada kelas VVIP/VIP.

Jenis ini amat mudah digunakan dibandingkan bed tempat tidur yang manual.

Fasilitas yang ada pada bed ini dikontrol dengan menggunakan kontrol remote ataupun dengan menekan tombol yang ada pada sisi kiri bed.

Tidak hanya hal tersebut saja, bed tipe ini dilengkapi dengan sistem pengereman pada sisi rodanya.

Hal ini akan meningkatkan kenyamanan pasien karena dapat meminimalisir adanya pergerakan pada tempat tidur.

Bed jenis ini juga memiliki kasur yang lebih tebal dan nyaman dengan ukuran yang lebih besar dibandingan kasur pada kelas lainnya.

Pengaturan sandaran kepala, punggung dan kaki juga dapat diatur.

Bed Tempat Tidur Manual Satu Engkol

Tipe berikutnya yaitu jenis manual dengan satu pengaturan.

Bed tempat tidur pasien jenis ini umumnya digunakan untuk pasien yang berada di kelas tiga.

Disebut dengan bed pasien satu engkol karena ranjang pasien ini dapat diatur untuk dinaikkan pada satu bagian saja.

Hanya pada bagian kepala saja yang dapat dinaikkan sesuai dengan tingkat kenyamanan pasien.

Bed manual berarti harus diatur secara manual tanpa adanya tombol sehingga pasien tidak dapat melakukannya sendiri dan harus mendapat bantuan dari orang lain.

Umumnya perawat atau kerabat akan dapat membantunya. Caranya yaitu dengan memutar bagian tuasnya searah jarum jam hingga didapatkan kenyamanan posisi pada pasien.

Bed Tempat Tidur Manual Dua Engkol

Bed tempat tidur pasien tipe manual dua engkol juga banyak ditemukan di kelas tiga dan juga kelas dua.

Bedanya dengan sebelumnya adalah posisi pengaturannya.

Pada bed tipe ini, bagian yang dapat diatur yaitu pada bagian kepala dan kaki.

Hal ini diperuntukkan untuk periksa pasien yang perawatannya dikonsentrasikan pada kaki ataupun pasien dengan kaki yang harus dinaikkan sedikit lebih tinggi dibandingkan bagian lain.

Cara pengaturannya bed pasien 2 Engkol ini masih dengan cara manual sehingga pasien tidak dapat melakukannya dan harus mendapatkan bantuan orang lain.

Mengaturnya yaitu dengan memutar bagian tuasnya searah jarum jam hingga ditemukan posisi yang nyaman untuk pasien.

Baik perawat maupun kerabat pasien akan dapat melakukan ini karena tidak terlalu sulit.

Bed Tempat Tidur Manual Tiga Engkol

Tipe bed tempat tidur pasien manual yang berikutnya yaitu jenis tiga engkol.

Jenis tempat tidur ini merupakan gabungan dari satu dan dua engkol.

Jadi, bagian bed yang dapat diatur adalah kepala, punggung dan kaki.

Selain itu, tipe tempat tidur ini dapat diatur lebih turun sedikit ketika dirasa pasien merasa tempatnya ketinggian.

Bed tempat tidur manual ini dapat ditemukan pada pasien-pasien kelas satu.

Meskipun begitu, karena bed tempat tidur ini jenis yang manual, maka cara pengaturannya pun harus dibantu orang lain, baik oleh perawat ataupun kerabatnya.

Caranya yaitu dengan memutar tuasnya searah jarum jam hingga ditemukan posisi yang paling nyaman untuk pasien tempati.

Desain tempat tidur ini merupakan desain yang paling nyaman untuk tipe manual.

Bed tempat tidur pasien rumah sakit yang nyaman mampu membuat mereka sembuh lebih cepat sehingga tingkat kesembuhan semakin meningkat.

Tidak hanya membutuhkan bed tempat tidur yang nyaman saja,

Namun juga berbagai faktor yang dapat membuat pasien semakin merasa nyaman saat opname.

Jual Tempat Tidur Pasien

Saka medical memproduksi Berbagai macam jenis tempat tidur rumah sakit mulai dari yang manual hingga yang otomatis

Selain Bed pasien kami juga Spesialis fabrikasi untuk peralatan kesehatan termasuk furniture rumah sakit serta sarana dan prasarana di RS

kami memberikan jaminan kualitas yang terbaik untuk setiap barang hasil produksi kami ini

kami juga memberikan garansi selama satu tahun untuk tempet tidur pasien yang kami fabrikasi

Garansi tersebut meliputi model 1 crank, 2 crank 3 crank hingga yang elektrik

Dilengkapi dengan mesin yang canggih serta Quality control yang sempurna , Produk Bed Tempat tidur pasien kami ini menjadi produk unggulan dalam negeri.

Spesifikasi bed Tempat Tidur Pasien

Berikut kami lampirkan spesifikasi Bed tempat tidur pasien hasil produksi kami

ITEMSPESIFIKASI
NamaTempat tidur rumah sakit
BrandSaka Medical
MaterialMild Stell
FinishingEpoxy Powder coating
Dimensi2010 x 970 x 590mm
Castor5″
AksesorissTiang Infus Stainles Stell
Head PanelStainles Stell ( optional ABS )
Side RailAluminium Banister
Spesifikasi Tempat Tidur Rumah sakit

Perawatan di Bed Tempat Tidur Pasien

Berikut beberapa tips yang dapat membuat pasien nyaman saat opname sehingga dapat segera sembuh.

hal ini sering kali dilakukan oleh beberapa perawaat maupun dokter yang memberikan sugesti agar pasien dapat sembuh dengan cepat.

Cara ini beberapa kali dicoba dan terbukti sangat ampuh untuk meningkatkan semangat pasien dalam melawan penyakit yang dideritanya

Tulus ketika berbicara dengan pasien

Saat pasien harus opname dan menghabiskan banyak waktu di bed tempat tidur pasien tentu akan membuatnya sering gelisah.

Oleh karena itu, baik dokter, perawat ataupun kerabat sudah semestinya memberikan perhatian ekstra agar pasien dapat segera sembuh.

Salah satunya adalah tulus ketika berbicara dengan pasien.

Pasien akan merasa nyaman saat tenaga medis mampu menunjukkan sisi empati yang tulus.

Cara tersebut dapat dilakukan saat berinteraksi dengan pasien yang harus menanganinya dengan lebih sabar dan telaten.

Tidak hanya itu, sedikit mengajak ngobrol dengan pasien akan membuat mereka merasa diperhatikan dan meringankan kegelisahan.

Penting juga bahwa tenaga medis yang sedang merawat pasien juga mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka secara tulus dengan membantu mereka.

Berusaha mengenal pasien

Mengenal pasien lebih dekat akan membuat mereka merasa diperhatikan oleh tenaga medis yang merawatnya.

Hal ini akan memberikan kebahagiaan dan kenyamanan saat pasien ditangani.

Mereka akan merasa lebih percaya atas pelayanan yang diberikan.

Komunikasi yang baik saat melakukan tindakan adalah kunci untuk menjalin hubungan yang baik dengan pasien.

Cara ini akan membuat tenaga medis mengetahui lebih jauh bagaimana kondisi pasien yang sebenarnya.

Jadi penangannya pun akan semakin tepat sasaran sehingga pasien pun akan semakin cepat sembuh.

Tidak hanya itu, mengenal pasien dengan tulus akan mampu memberikan informasi bagaimana keadaan mental pasien saat dilakukan perawatan.

Menunjukkan antusiasme saat melakukan perawatan

Tenaga medis yang menunjukkan rasa antusiasme saat bertemu dengan pasien akan menularkan efek positif dan semangat pada diri pasien.

Hal ini akan membuat pasien mampu bangkit dari pesakitan yang mereka alami.

Untuk itu, ketika tenaga medis melakukan penanganan pada pasien sebaiknya selalu terlihat semangat dan memberikan senyuman ketika bertemu.

Untuk menunjukkan antusiame pada saat melakukan penanganan dapat dilakukan melalui interaksi kontak mata, intonasi berbicara, bahasa tubuh dan juga ekspresi yang semangat dan penuh kesabaran.

Hal ini membuat pasien menjadi nyaman dan percaya akan penanganan yang dilakukan tenaga medis terhadap mereka.

Penanganan yang baik dan penyediaan fasilitas yang mumpuni, seperti adanya bed tempat tidur pasien yang nyaman tentu akan membuat mereka semakin cepat sembuh.

Tidak kalah penting lagi adalah selalu memastikan bahwa ruangan yang sedang ditempati oleh pasien selalu dalam keadaan bersih sehingga nyaman untuk ditinggali.

Pastikan pula ketika melakukan penanganan dilakukan dengan tulus dan antusias.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *